Dunia Rock Tanah Air Berduka, Mantan Drummer God Bless Yaya Moektio Tutup Usia

Dunia Rock Tanah Air Berduka, Mantan Drummer God Bless Yaya Moektio Tutup Usia

Silapmata.com – Pukul 04.00 WIB pada Senin, 8 Desember 2025, kabar duka mengguncang jagat musik Indonesia Yaya Moektio, mantan drummer legendaris God Bless dan Gong 2000, berpulang di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Kehilangan ini membuat banyak musisi, penggemar, dan generasi penerus musik rock indonesia terhenyak kepergiannya tak hanya merenggut nyawa, tapi juga pondasi ritme yang selama ini menjadi denyut nadi panggung rock Tanah Air.

Informasi resmi dari akun media sosial God Bless mengonfirmasi kepergian Yaya. Unggahan itu di sambut kesedihan mendalam dari rekan musisi, sahabat, dan para penggemar setianya. Profesi sebagai drummer bukan sekadar profesi baginya melainkan dedikasi seumur hidup.

Jejak Karier Sang Penjaga Tempo

Yaya Moektio adalah sosok yang fleksibel dan multitalenta. Karier musiknya di mulai pada era 1970-an, jauh sebelum namanya melejit sebagai drummer rock. Ia pernah bergabung dengan berbagai formasi musik dari band pop, jazz, hingga rock dan menunjukkan kemahirannya memainkan drum dalam berbagai gaya musik.

Puncak popularitas datang ketika ia bergabung dengan Gong 2000, di mana ia ikut menciptakan lagu-lagu rock legendaris bersama rekan-rekannya. Kemudian, di tahun 2009, Yaya secara resmi menjadi drummer God Bless dan terlibat dalam penggarapan album 36th album yang menandai kebangkitan band setelah vakum panjang. Kehadirannya di formasi ini memberi warna baru: ketukan drum yang kuat, presisi, dan tetap menghormati tradisi rock klasik Indonesia.

Krisis Kesehatan dan Akhir Perjalanan Hidup

Meski kariernya cemerlang, kehidupan pribadi Yaya sempat dirundung masalah kesehatan serius. Putra almarhum, Rama Moektio, mengungkap bahwa penyakit yang di derita sang ayah sebelumnya selalu di anggap sebagai asam lambung atau maag. Namun kenyataannya berbeda: akar masalahnya adalah usus buntu yang sudah pecah. Infeksi itu menyebar ke organ vital, menimbulkan komplikasi serius termasuk menyerang paru-paru dan ginjal.

Selama perawatan di RS Fatmawati, kondisi Yaya sempat membaik sesaat setelah operasi, tetapi komplikasi berulang membuatnya tidak tertolong. Ia akhirnya menghembuskan napas terakhir pada dini hari, meninggalkan dunia musik dan keluarga yang sangat merindukannya. Jenazahnya kemudian di makamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, di iringi doa dan penghormatan dari ratusan pelayat serta rekan musisi.

Warisan Ritme Pengaruh Abadi di Dunia Musik

Meninggalnya Yaya Moektio bukan sekadar kehilangan seorang drummer melainkan duka mendalam bagi sejarah musik rock Indonesia. Melalui ketukan drum-nya, Yaya menyuarakan semangat rock, dedikasi, dan integritas musikal. Banyak musisi muda dan generasi penerus yang melihatnya sebagai panutan: bagaimana tetap berkarya dengan prinsip. Meskipun zaman dan gaya musik terus berubah.

Nama Yaya akan terus di kenang bukan hanya lewat album dan lagu-lagu yang di besarkannya. Tapi juga lewat semangat pantang menyerah dan loyalitas pada musik. Sebagai bagian dari keluarga besar God Bless, rekan musisi menyatakan bahwa kontribusinya “akan terus memberi warna dan tak akan pernah terlupakan.”