Silapmata.com – Pada hari Jumat, 28 November 2025, publik dikejutkan sekaligus terharu oleh kabar bahwa putra angkat Dewi Persik, Felice Gabriel alias Gegep, resmi menjadi taruna di Akmil setelah upacara pelantikan Wisuda Jurit. Momen itu bukan sekadar upacara formal melainkan lambang kebanggaan, perjuangan, dan awal dari jalan panjang pengabdian bagi kaum muda yang berani memilih jalur militer. Bagi Dewi Persik yang di kenal luas sebagai penyanyi dangdut dengan nama panggung “Depe” ini Adalah kebanggaan mendalam.
Lewat unggahan di akun Instagram‑nya, ia menuliskan pesan penuh haru dan doa bagi sang anak angkat “Anakku, tarunaku yg tangguh. Berbaktilah kepada bangsa dan negara, serta membahagiakan keluarga ya sayang…” Caption itu menjadi simbol bahwa, di balik gemerlap dunia hiburan, ada sisi kemanusiaan dan harapan untuk masa depan bagi generasi berikutnya.
Siapa Itu Felice Gabriel
Felice Gabriel adalah anak angkat Dewi Persik yang telah di besarkan oleh penyanyi tersebut sejak usia bayi. Meskipun telah hidup di lingkungan orang terkenal, jalur hidup Gegep menunjukkan konsistensi, keteguhan dan tekad: ia memilih untuk menjauh dari kilau glamor publik dan menapaki jalan berbeda, yakni dunia militer. Menurut laporan, Gabriel lahir pada 15 November 2007 sehingga pada 2025 usianya genap 18 tahun. Sebelumnya, ia telah menamatkan pendidikan di sebuah sekolah menengah atas dengan latar pendidikan berfokus akademik dan nilai religius.
Langkahnya ke Akmil menjadi bukti bahwa meski tumbuh di bawah sorotan publik dengan ibu seorang artis Gegep mampu menjaga komitmen terhadap nilai, disiplin, dan cita-cita pengabdian. Menurut narasi media, keberhasilannya menembus seleksi ketat Akmil bukan karena privilese, melainkan hasil kerja keras, tekad, dan kematangan mental. Perjalanan ini menginspirasi banyak anak muda Indonesia: bahwa latar belakang termasuk kerennya nama orang tua tidak menentukan masa depan. Yang menentukan adalah usaha, komitmen, dan keberanian memilih jalur yang kadang tak mudah.
Momen Wisuda Haru, Doa, dan Harapan Besar
Upacara Wisuda Jurit pada 28 November 2025, menjadi momen emosional bagi keluarga dan publik. Di sisi Gegep tampak gagah dengan seragam taruna, memakai sabuk silang khas sebagai simbol kelulusan dan penerimaan sebagai calon perwira. Sementara itu, Dewi Persik hadir dalam balutan kebaya biru tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Dalam foto-foto yang beredar, tampak ia merangkul Gegep dengan penuh haru, sambil sesekali meneteskan air mata kebahagiaan.
Agar selalu menjaga nama baik keluarga. Dan agar istiqomah di jalan yang telah di pilih jalan pengabdian pada negara. Ucapan dan doa itu bukan sekadar formalitas melainkan pesan dari seorang ibu sekaligus figur publik, yang berharap sang anak mampu menjadi insan terhormat dan berguna bagi bangsa. Tak heran, unggahan tersebut langsung di banjiri ucapan selamat, doa, dan harapan dari netizen termasuk rekan artis. Banyak yang ikut merasa bangga dan terharu melihat transformasi dari “anak artis” menjadi “taruna militer”.
Pandangan Publik Lebih dari Sekadar Sensasi
Kelulusan Gegep dari Akmil membawa makna lebih luas daripada sekedar prestasi individu atau “kisah artis”. Ada beberapa aspek penting di baliknya Pembuktian bahwa Latihan, Disiplin, & Tekad Mengalahkan Situsi Meski hidup dalam lingkungan selebriti yang sering di asosiasikan glamor, kemewahan, dan sorotan Gegep memilih jalur berbeda. Ia membuktikan bahwa dengan tekad, disiplin, dan kerja keras, siapapun bisa meraih cita-cita tinggi, tanpa tergantung pada nama besar atau latar belakang. Hal ini penting agar pandangan awam tentang “anak artis hidup dalam kemewahan tanpa tanggung jawab” berubah.
Di tengah maraknya kultur selebriti dengan citra cepat tawar‑menawar nama, ketenaran dan sensasi. Kisah Gegep mengingatkan kita bahwa integritas, pengabdian, dan tanggung jawab. Terhadap negara bisa menjadi pilihan mulia. Bagi banyak anak muda terutama yang tumbuh di lingkungan artis atau urban ini bisa menjadi inspirasi keberhasilan tak melulu soal glamor bisa juga soal dedikasi, disiplin, dan kontribusi nyata. Kesuksesan Gegep tentu tak terlepas dari dukungan keluarga terutama sosok ibu angkatnya.
Jalan Panjang Pengabdian Dimulai
Kelulusan dari Akmil hanyalah langkah awal. Kini, Gegep resmi menjadi taruna, memulai pendidikan militer yang nyata penuh disiplin, pelatihan fisik, mental dan intelektual, serta tanggung jawab besar bagi bangsa. Beberapa hal yang patut di ingat Pendidikan militer bukan semata soal fisik tapi juga integritas, loyalitas, dan karakter. Gegep harus membuktikan bahwa kelulusannya bukan karena “nama besar” ibu angkat, melainkan hasil kematangan mental dan kerja keras.
Ia harus menjaga nama baik keluarga terutama sebagai “anak artis” di lingkungan militer yang tentu menuntut kedisiplinan dan profesionalisme tinggi. Harapan besar dari ibu dan publik akan melekat padanya: sebagai figur muda yang bisa menginspirasi generasi dan menjadi teladan pengabdian. Jika berhasil, kisah Gegep bisa membuka jalan bagi lebih banyak anak muda dari latar belakang urban/selebriti. Untuk melihat militer bukan sebagai tabu melainkan sebagai panggilan pengabdian.